NADIKABAR.COM — Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengusulkan penyederhanaan klasifikasi beras yang beredar di masyarakat dengan menghapus beras fortifikasi dan menetapkan hanya jenis premium serta medium.

Firman mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dan pelaku usaha sekaligus mencegah munculnya persoalan berulang dalam sektor perberasan nasional.

"Beras fortifikasi itu volume kebutuhannya kan kecil, udah tiadakan aja. Itu kalau nanti dibiarkan, ya menjadi mainan politik lagi. Isu lagi, isu lagi. Nah, ini yang harus dipangkas," kata Firman dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Isu kecurangan beras fortifikasi muncul setelah pemerintah melalui Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Satgas Pangan mengumumkan temuan 25 merek beras fortifikasi yang diduga komposisi yang tercantum pada kemasan tidak mencerminkan kandungan sebenarnya.

Menurut Firman, beras fortifikasi sebenarnya memiliki tujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama untuk mendukung penanganan stunting, namun pelaksanaannya harus sesuai ketentuan.

"Tetapi faktanya, kalau (temuan) itu benar, itu kan memang banyak manipulasi. Manipulasi terhadap spek-spek itu bahwa untuk vitamin yang dicampurkan itu tidak sesuai. Ini kalau kita melihat temuan yang dilakukan oleh Menteri Pertanian dan aparat penegak hukum kemarin pada waktu diumumkan," ucapnya.

Firman menilai dugaan ketidaksesuaian tersebut merupakan persoalan serius karena berkaitan dengan kualitas pangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012.