NADIKABAR.COM — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta pengusutan dugaan permainan terhadap pihak perantara (middleman) dalam rantai distribusi setelah menemukan selisih harga daging ayam ras antara peternak dan konsumen yang dinilai tidak wajar.

"Apakah pabriknya yang tidak benar atau kah distributornya yang tidak benar. Ini yang harus dicari kebenarannya. Saya akan terus-menerus mengecek, melihat langsung di lapangan," kata Bambang, dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Kondisi fluktuasi harga daging ayam ras di tingkat konsumen kerap dijumpai cukup tinggi di pasaran. Namun kondisi di peternak unggas justru bertolak belakang karena harga yang rendah dan tidak sesuai dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen.

Kondisi anomali itu dijumpai Bambang di Pasar Medokan Sawah, Surabaya, Jawa Timur. Pedagang disana mengeluhkan harga daging ayam ras yang telah menyentuh Rp40.000 per kilogram (kg) atau telah sesuai dengan plafon Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Walaupun dengan harga daging ayam ras di pasaran dengan level seperti itu ternyata berimbas pada penurunan omzet. Kendati demikian, peternak unggas masih belum memperoleh harga yang diidam-idamkan agar minimal sesuai HAP ayam hidup di tingkat produsen di kisaran Rp25.000 per kg berat hidup.

"Menurut Menteri Pertanian, harga di peternak hanya Rp19.000. Itu pun bisa turun lagi, tapi oleh pemerintah dipatok di Rp19.000 supaya peternak tidak mati. Tapi kenapa harga di pasar, harganya naik jadi Rp40.000? Ini tugas dari Badan Pangan Nasional atau Satgas Pangan untuk melakukan penyidikan ini. Tidak boleh sampai terjadi seperti ini," tegas Bambang.