"Adaji sumur warga, cuman itu pun warnanya kayak teh. Makanya diharap sekali itu (proyek jaringan air bersih) berfungsi," tuturnya.

Terpisah, anggota DPRD Pasangkayu, Robin Candra Hidayat menyebut proyek itu sudah dua kali dianggarkan. Tepatnya pada tahun 2023 dengan dana Rp 2,7 miliar, kemudian dianggarkan lagi pada 2025 lebih kurang Rp 200 juta untuk pengerjaan saringan.

"Hampir Rp 3 miliar (uang yang digunakan) jadi tidak berguna. Seharusnya di situasi permasalahan kekeringan panjang atau El Nino seperti saat ini, proyek itu hadir jadi solusi. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, karena tidak tuntas dan mangkrak malah jadi tambah masalah," kata Robin.

Robin menyayangkan anggaran besar yang dikucurkan dalam proyek itu tetapi tidak menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Ia menyebut Dinas PUPR Pasangkayu juga sudah kerap berjanji akan melakukan uji coba namun hingga kini tidak terealisasi.