NADIKABAR.COM — Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita menyoroti penjabaran anggaran yang disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk 2027. Sonny menilai anggaran yang dijabarkan Kemenhut belum diprioritaskan kepada pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Anggaran-anggaran karhutla yang ada ini kok saya masih melihatnya berorientasi memadamkan daripada mencegah. Di slide terakhir tadi contoh 1,7 kalau nggak salah gambarnya perbandingan tim redaksi sewa dan beli heli. Kenapa tidak ada perbandingan tim redaksi mencegah itu biayanya berapa, kalau sewa itu biayanya berapa?" kata Sonny dalam Rapat Kerja di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sonny mengatakan mestinya Kemenhut dapat mengantisipasi kasus karhutla yang berpotensi menjadi agenda tahunan di RI. Ia melihat posisi Kemenhut di sini seperti pasrah.
"Kayaknya kita sudah menyadari bahwa karhutla ini akan jadi kalender tahunan. Saya melihat ini sikapnya sikap yang pasrah, bukan tawakal, begitu katanya Ustaz," kata Sonny.
Ia mengatakan jika tak ada antisipasi dari Kemenhut, maka peristiwa kebakaran hutan akan terjadi setiap tahun. Legislator PDIP ini meminta komitmen dari Kemenhut untuk menuntaskan karhutla.
"Jadi ada hal yang beda tim redaksi tawakal itu seperti apa, kalau pasrah seperti apa. Kalau gini terus menerus, ya jangan harap yang namanya karhutla itu akan semakin menurun. Karena sejak awal memang desain kita dalam menjaga hutan kita tidak dalam konteks mencegah," ungkap Sonny.
"Itu bisa dilihat tadi dari Rp 1,746 triliun, Rp 108 M-nya hanya untuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan kerusakan hutan, Rp 1,54 T-nya untuk sewa helikopter kalau nggak salah begitu. Ketimpangannya sangat, sangat jauh," tambahnya.