"Ini yang sangat menyedihkan. Anak-anak muda merasa seolah-olah untuk menjadi pemimpin harus menjadi anak presiden atau anak pejabat. Kalau bukan anak pejabat, mereka merasa tidak punya kesempatan. Padahal, demokrasi seharusnya memberikan ruang yang sama bagi setiap warga negara," tegasnya.

Selain persoalan konstitusi, Edo mengatakan Gen Z juga menyampaikan kekecewaan terhadap janji penciptaan 19 juta lapangan kerja. Faktanya, menurut dia, pengangguran semakin banyak. Berdasarkan data BPS 2026, ada 67 persen Gen Z yang saat ini menganggur. Gen Z merasa ditipu atau di-prank oleh Gibran.

"Anak-anak Gen Z menyampaikan bahwa mereka ingin Gibran dimakzulkan. Mereka merasa kecewa karena harapan terhadap kepemimpinan anak muda justru tercoreng oleh persoalan ini," ungkapnya.

Edo menyebut setidaknya terdapat tiga persoalan hukum dan konstitusional yang menjadi dasar kritiknya terhadap Gibran.