Lebih lanjut, perubahan nama ini, kata Fadli Zon, memiliki makna yang besar, mempertegas identitas, dan mendorong pengembangan museum.
"Diharapkan nantinya dapat tercermin dalam pengelolaan koleksi, penyusunan storyline, narasi kuratorial, serta pengembangan program edukasi yang mampu menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda," tegasnya.
Diketahui, Museum Keris Indonesia memiliki 6.021 koleksi, yang terdiri dari keris, tombak, pedang, dan beberapa koleksi keramik. Koleksi tersebut menggambarkan keragaman tradisi perkerisan Nusantara. Keris bukan hanya yang dianggap dari tanah Jawa, tetapi keris juga tersebar luas hingga Sumatra, Bali, Lombok, Sumbawa, Sulawesi, Kalimantan, dan juga wilayah timur Indonesia. Bahkan tradisi keris juga berkembang hingga Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina.
Fadli Zon juga menjelaskan bahwa keris memiliki makna yang mendalam, di balik bentuk bilah, ragam pamor, serta keindahan estetikanya. Di dalamnya tersimpan filosofi, pengetahuan, dan keterampilan para empu yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Pentingnya keris sebagai warisan budaya bangsa juga mendapat penegasan melalui penetapan tanggal 19 April sebagai Hari Keris Nasional. Ini telah ditetapkan tahun lalu, yang menjadi momentum mendorong penghargaan dan apresiasi terhadap keris sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa," terangnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Restu Gunawan dalam laporannya juga menjelaskan penamaan baru dari Museum Pusaka.