Lebih dari 200 orang meninggal dunia akibat erupsi ini. Aliran piroklastik juga tercatat mencapai sekitar 9 kilometer dari kawah, menunjukkan besarnya energi letusan Gunung Kelud saat itu.
Gunung Kelud kembali mengalami erupsi dahsyat pada 10 Februari hingga 13 Maret 1990 dengan VEI 4. Letusan eksplosif menghasilkan abu tebal, aliran piroklastik, dan lahar.
Material erupsi menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah dan puluhan sekolah. Sekitar 60.000 orang dievakuasi, sementara korban meninggal dunia tercatat lebih dari 30 orang dengan angka resmi 32 orang.
Pada 13 Februari 2014, Gunung Kelud mengalami erupsi besar dengan VEI 4. Letusan yang terjadi sekitar pukul 22.50 WIB itu menghasilkan kolom abu hingga belasan kilometer, sementara pengamatan satelit menunjukkan sebagian material erupsi mencapai ketinggian lebih dari 26 kilometer.
Abu vulkanik kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Pulau Jawa, bahkan mencapai daerah yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari Kelud. Erupsi ini menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi dan menimbulkan korban jiwa.
Gunung Semeru tercatat mengalami episode erupsi berkelanjutan sejak 2019 yang dalam catatan GVP memiliki VEI 4. Salah satu peristiwa paling besar dalam episode tersebut terjadi pada 4 Desember 2021, ketika runtuhnya material kubah lava memicu awan panas guguran.
Awan panas membawa material hingga beberapa kilometer dari puncak, sementara lahar juga mengalir ke sejumlah lembah sungai. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan permukiman dan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.