Happy mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan abu vulkanik yang jatuh. Menurutnya, karakteristik fisik abu vulkanik jauh lebih berbahaya daripada sekadar debu biasa.
"Kandungan abu vulkanik, umumnya sama dengan unsur yang terdapat dalam magma, seperti silika, aluminium, dan lainnya. Namun, yang paling berbahaya sebenarnya adalah bentuk partikelnya yang berukuran sangat kecil dan bersudut tajam, sehingga dapat mengiritasi atau melukai saluran pernapasan," kata Happy dikutip dari laman Itera.
Ia menjelaskan bahwa meskipun kandungannya terdiri dari silika dan aluminium seperti magma, tekstur mikroskopis yang tajam itulah yang dapat membahayakan kesehatan manusia jika terhirup tanpa pelindung.
"Untuk saat ini, masyarakat diharapkan mengikuti seluruh arahan dari pihak berwajib demi menjaga keselamatan diri dan keluarga. Masyarakat juga perlu terus memantau informasi resmi dari pihak terkait, seperti PVMBG dan BMKG, serta tidak mudah terpengaruh oleh," imbau Happy.