Ia menjelaskan bahwa kerja hubungan masyarakat tidak bekerja sekali jalan, melainkan bekerja dalam sebuah siklus. Siklus ini meliputi tahapan riset, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Untuk memahami pelaksanaan siklus, Willy dan tim PERHUMAS menyusun materi berdasarkan delapan unit SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).
Ke-delapan unit tersebut terdiri dari pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan rencana program komunikasi kehumasan, hingga pelaksanaan monitoring digital.
Lurah Taman Sari, Abdul Malik, sepakat dengan transformasi yang dijalankan Pemprov DKI. Ia menyebut lurah sebagai ujung tombak pemerintah.
"Lurah itu yang menyampaikan secara langsung program-program pemerintah langsung kepada masyarakat. Menurut saya lurah kalau enggak punya pola komunikasi yang bagus dengan masyarakat, itu akan berimplikasi kepada menurunnya kepercayaan publik terhadap program pemerintah," ujar Abdul Malik.
Willy pun mengapresiasi upaya komunikasi publik yang telah dilakukan oleh para lurah finalis BSA 2026. Secara khusus, ia menyoroti pengelolaan media sosial milik kelurahan di tengah derasnya arus informasi yang diperoleh masyarakat dari media sosial.
"Nah, jadi jangan sampai kemudian pemerintah, dalam hal ini wilayah kelurahan kemudian seringkali misalnya terlambat di dalam membangun narasi, menyampaikan informasi kepada masyarakat," katanya.