Program itu berjalan dengan persetujuan semua pihak, mulai dari siswa dan orang tuanya, lalu guru, agar ada kesamaan persepsi bahwa Infaq Umrah SMAN 1 Padalarang ini bukan pungutan yang memaksa dan membebani siswa dan orang tuanya.

"Setelah hasil rapat dengan orang tua siswa dan guru, kita sepakat melaksanakan program ini. Saya tidak mau juga ada kesan ini pungutan, sehingga ini kami tekankan untuk kedisiplinan, gotong royong, komitmen, dan ini suatu hal yang sangat positif," kata Lina.

Pemilihan siswa dan guru yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah dan Madinah, tak sesederhana lewat skema undian. Lebih dari itu, pihak sekolah menggelar skema ujian terbuka dalam bentuk hapalan dan keterampilan membaca Al Quran.

"Pemilihannya lewat seleksi, bukan dikocok atau apa, tapi seleksi tahfiz Al Quran. Anak-anak yang lolos itu adalah mereka yang sudah melalui seleksi mulai dari perilaku oleh guru BK pasti yang tidak ada catatan pelanggaran, lalu masuk seleksi tahfiz, hafalan, tajwid, sambung ayat," kata Lina.

Semua siswa menjalani seleksi oleh guru mata pelajaran. Kemudian hasil seleksi akan menjaring siswa-siswa dengan perolehan penilaian paling baik. Setelah mengerucut, akan dilanjutkan dengan tes munaqosah atau ujian akhir untuk mengukur kemampuan, pemahaman, dan hapalan siswa.