Dari 11 rumah pada tahap pertama, sebanyak tiga rumah akan ditangani oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, sedangkan delapan rumah lainnya didukung oleh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dua rumah akan dibangun secara mandiri oleh Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, masing-masing satu rumah. Sementara itu, enam rumah lainnya akan ditangani melalui kolaborasi sejumlah perangkat daerah.

Dalam pelaksanaannya, pendanaan renovasi Rutilahu tahap pertama bersumber dari gerakan rereongan ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program Poe Ibu.

"Semangat rereongan ini menjadi wujud kepedulian bersama bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah secara kelembagaan, tetapi juga merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur aparatur," kata Dedi.

Pelaksanaan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 juga melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat, dan Jamkrida.