"Untuk wasit sendiri, di Liga ini saya tugaskan wasit-wasit yang terbaik karena ini proses seleksi di tingkat provinsi. Kesulitan pasti ada, namun kualitas penyelenggaraan acara di DKI ini luar biasa - aman dan bagus," kata Fauzannuni.

"Tugas kami sebagai wasit adalah mengantar para atlet ke podium setinggi-tingginya. Dari situlah proses seleksi berjalan, kami pastikan penilaian adil dan transparan sehingga mereka yang berkualitas yang tampil menonjol," tambahnya.

Keseruan ajang ini turut diwarnai aksi para atlet dari berbagai kelompok usia. Salah satunya Ray yang baru berusia lima tahun dari klub Dojang 88.

Kendati masih belia, Ray yang bertanding atas keinginan sendiri berhasil meraih medali emas keduanya sepanjang keikutsertaannya di kejuaraan taekwondo.

"Tidak ada rasa takut, saya ikut atas kemauan sendiri serta didukung mama dan papa," ungkap Ray antusias.