Menindaklanjuti persoalan tersebut, pengelola bersama pemerintah daerah mengupayakan penutupan aktivitas tambang secara hati-hati karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat setempat.

Sementara itu, Raja Ampat UGGp berhasil menuntaskan enam rekomendasi dari evaluasi sebelumnya. Upaya perbaikan mencakup identifikasi empat geosite baru di Pulau Misool pada 2024, pembangunan Geological Information Center di Waisai dan pusat informasi di Pulau Yefman, serta peningkatan pelibatan masyarakat adat dalam pelestarian budaya dan perlindungan geosite.

Adapun Maros-Pangkep UGGp menjalani revalidasi pertama pada 27-31 Juli 2026. Kawasan seluas 5.254,10 kilometer persegi yang mencakup wilayah daratan dan perairan itu memiliki bentang alam karst kelas dunia, lebih dari 720 gua, warisan seni cadas prasejarah, kawasan konservasi laut, serta keanekaragaman hayati yang tinggi.

Widiyanti menegaskan pengakuan UNESCO merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga kekayaan alam, geologi, dan budaya Indonesia agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.