NADIKABAR.COM — Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) membuat kebutuhan dana dalam mata uang tersebut semakin besar jika dihitung dalam rupiah. Salah satunya biaya pendidikan di luar negeri.

Dalam lima tahun terakhir, kurs jual dolar AS naik sekitar 27%, dari Rp 14.372 pada 4 November 2021 menjadi Rp 18.239 pada 4 November 2026. Dengan kurs tersebut, biaya kuliah di AS sebesar US$ 50.000 yang lima tahun lalu setara sekitar Rp 719 juta kini mencapai Rp 912 juta.

Artinya, keluarga perlu menyiapkan dana tambahan sekitar Rp 193 juta untuk membayar biaya pendidikan dengan nilai yang sama.

Kondisi ini membuat perencanaan kebutuhan keuangan dalam mata uang asing menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan, terutama bagi keluarga yang memiliki rencana pendidikan anak di luar negeri.

President Director Prudential Indonesia, Mukesh Dhawan, mengatakan kebutuhan finansial nasabah terus berkembang, termasuk dalam hal perencanaan kekayaan dan diversifikasi mata uang.