βBerdiri di dek observasi di Ladang Angin Jinpingxi, menyaksikan puluhan turbin angin berjejer di sepanjang punggung gunung dan panel fotovoltaik menutupi lembah di bawahnya, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air Guanyinyan di Sungai Jinsha, saya benar-benar memahami arti komplementaritas multienergi dan kolaborasi yang efisien,β ujarnya.
Peserta lainnya, Lugantha Perkasa, yang bekerja pada proyek PT Datang DSSP di Sumatra Selatan, mengatakan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Air Guanyinyan memperluas pemahamannya mengenai pengelolaan pembangkit.
βSebelumnya, saya mengira pembangkit listrik tenaga air hanya tentang kapasitas terpasang dan pembangkitan daya. Setelah berkunjung ke sini, saya menyadari bahwa Datang telah menstandarkan prosedur untuk setiap aspek, mulai dari pembangkitan daya dan pengendalian banjir hingga restorasi ekologis dan relokasi,β katanya.
Para peserta juga mengunjungi Pusat Kontrol Antarcekungan Pembangkit Listrik Guiguan pada 15 Oktober 2026. Pusat kendali tersebut mengelola kapasitas terpasang sebesar 11,857 juta kilowatt, yang mencakup 26 pembangkit listrik tenaga air, 11 ladang angin, dan 23 pembangkit listrik tenaga surya.
Melalui layar pemantauan terpusat, petugas dapat memantau kondisi operasional berbagai pembangkit dan mengoordinasikan pengoperasiannya dari jarak jauh.
Mohammad Akbar Fadhil mengatakan sistem tersebut menunjukkan bagaimana pemantauan terpusat dapat mendukung pengelolaan pembangkitan listrik dan keselamatan operasional.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat diterapkan dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik di Indonesia, terutama untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan.