Di tengah penyesuaian tersebut, KA Pandalungan relasi JemberβGambir tetap dapat diberangkatkan sesuai jadwal yakni pukul 09.00 WIB dan hal itu menunjukkan bahwa pengaturan perjalanan dilakukan berdasarkan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan pada masing-masing lintas.
Cahyo mengatakan KAI Daop 9 Jember terus melakukan koordinasi antara petugas operasional, sarana, dan prasarana untuk memastikan setiap perkembangan kondisi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti dan pemeriksaan jalur dilakukan secara cermat sebelum perjalanan kereta api diizinkan melintas kembali.
Terjadinya gogosan tersebut menyebabkan sejumlah KA mengalami keterlambatan tiba di stasiun tujuan yakni KA Tawangalun mengalami keterlambatan 269 menit atau hampir 5 jam, kemudian KA Sritanjung mengalami keterlambatan 184 menit dan KA Logawa terlambat tiba di sejumlah stasiun tujuan mencapai 213 menit.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan penanganan prasarana dan pengaturan operasional secara maksimal dengan tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama," ujarnya.