"Hasilnya saya selalu ingat orang tua saya karena mereka yang sudah berusaha untuk saya. Mereka juga selalu mendukung saya. Itu motivasi saya," tutur Lina.

Menjadi atlet tolak peluru juga bukan sekadar aktivitas yang dijalani Lina. Dia menyebut atlet tolak peluru adalah cita-citanya. Salah satu sosok yang menjadi inspirasinya adalah atlet tolak peluru putri Amerika Serikat, yang saat ini memegang rekor dunia.

Selama menjalani pembinaan di PAC, Lina juga mendapatkan dukungan fasilitas latihan yang menurutnya telah memenuhi kebutuhan atlet.

"Fasilitas sangat bagus dan sangat memadai karena semua peralatan yang kita butuhkan semua ada di sini," katanya.

Pelatih tolak peluru PAC, Yeremias Kiriwaib mengatakan perkembangan Lina merupakan hasil dari program latihan yang disusun secara terukur. Materi latihan tidak dibuat secara sembarangan, melainkan melalui evaluasi dan koordinasi dengan tim teknis.

"Materi sehari-hari yang dikasih kami dapatkan dari hasil bongkar pasang dan juga koordinasi dengan tim teknis. Kami punya tim teknis khusus dari PB PASI, sehingga materi dan program latihan yang kami berikan secara harian terukur dan bisa dipertanggungjawabkan progresnya ke depan," kata Yeremias.

Lina sebelumnya merupakan jebolan PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Papua) di Jayapura. Potensinya kemudian membuat Lina dipanggil untuk bergabung dengan PAC pada awal 2024.

Menurut Yeremias, kemampuan Lina berkembang karena mampu menyerap program latihan yang diberikan. Selain memiliki potensi, karakter Lina yang dinilai baik juga membantu proses pembinaan.

"Lina jebolan dari PPLP Jayapura di bawah asuhan Coach Tyo, karena mempunyai potensi dipanggil dan bergabung di sini di awal 2024. Kemudian saya latih, syukur anaknya punya karakter yang baik sehingga program yang kami susun dalam tim bisa dia serap dengan baik," ujarnya.