Hasilnya terlihat dari catatan yang terus meningkat. Setelah memecahkan rekor pada ajang invitasi di Jakarta, Lina kembali memperbaiki catatannya saat tampil di ASEAN School Games di Brunei.
Ke depan, Yeremias menargetkan Lina dan atlet lainnya, Elis, dapat terus memperbaiki catatan terbaik masing-masing. Khusus Lina, targetnya adalah kembali meningkatkan personal best pada nomor tolak peluru.
"Untuk Lina dan Elis memang ada target-target tertentu untuk kejuaraan dalam waktu dekat ini. Paling tidak mereka bisa memecahkan personal best mereka masing-masing," katanya.
Untuk mencapai target tersebut, latihan dilakukan dengan berbagai variasi. Sesi latihan dimulai dengan pemanasan dan aktivasi yang berkaitan dengan pendukung teknik sebelum atlet masuk ke latihan teknik inti.
Setelah latihan teknik, atlet kembali menjalani latihan beban yang kemudian dilanjutkan dengan penggunaan medicine ball. Mereka juga mendapatkan latihan penguatan otot inti yang mencakup bagian perut, pinggang, dan punggung.
"Jadi itu semua dilakukan tiap hari," kata Yeremias.
Selain menjaga aspek fisik dan teknik, pelatih juga memperhatikan kondisi psikologis atlet selama menjalani rutinitas latihan. Yeremias mengatakan atlet diberikan ruang untuk beristirahat dan melakukan aktivitas lain ketika mulai mengalami kejenuhan.
Menurut dia, aktivitas di luar latihan seperti berjalan-jalan, nongkrong, atau menonton film dapat membantu atlet mengurangi kebosanan sebelum kembali menjalani program latihan.
"Saya tidak mengekang mereka. Apabila saya lihat mereka sudah jenuh, saya arahkan, ayo nongkrong di situ. Atau ayo bioskop. Syukurnya mereka mengerti sehingga bisa mengurai kebosanan mereka di tengah-tengah sesi latihan," ujarnya.