NADIKABAR.COM — Desil menjadi salah satu istilah yang banyak dicari masyarakat setelah pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu acuan dalam penyaluran berbagai program sosial. Lantas, apa arti Desil 1 sampai 10 dan bagaimana cara mengeceknya?

Desil menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan relatif keluarga tersebut.

Masyarakat dapat mengecek informasi desil melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil, mulai dari Desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah hingga Desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Setiap desil menggambarkan posisi relatif keluarga dibandingkan keluarga lainnya dalam data sosial ekonomi. Karena itu, desil tidak dapat diartikan sebagai besaran penghasilan tertentu.

Urutan desil menunjukkan posisi tingkat kesejahteraan keluarga. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan relatifnya. Berikut gambaran Desil 1 sampai Desil 10.

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah secara nasional. Kelompok ini menjadi salah satu sasaran utama dalam berbagai program perlindungan sosial.

Desil 2 merupakan kelompok rumah tangga yang berada pada 11-20 persen terbawah dalam tingkat kesejahteraan nasional. Kondisi ekonominya masih relatif rendah dan rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Desil 3 berada pada kelompok 21-30 persen terbawah. Kelompok ini masih memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif rendah dan dapat menjadi sasaran sejumlah program bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Desil 4 berada pada kelompok 31-40 persen terbawah. Rumah tangga dalam kelompok ini masih dapat menjadi sasaran program bantuan sosial tertentu sesuai dengan kriteria masing-masing program.

Desil 5 berada di sekitar posisi tengah distribusi kesejahteraan masyarakat. Kondisi ekonominya relatif lebih baik dibandingkan kelompok Desil 1-4, tetapi masih dapat menjadi sasaran program tertentu sesuai persyaratan.

Desil 6 hingga Desil 10 menunjukkan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi. Desil 6 berada pada kelompok 51-60 persen, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi secara nasional.

Kelompok desil 6 ke atas umumnya memiliki prioritas lebih rendah dalam penyaluran bansos reguler. Meski demikian, penerimaan bantuan tetap bergantung pada kriteria dan ketentuan masing-masing program.

Melansir laman BPS, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi rujukan bersama pemerintah dalam mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program.

DTSEN dibangun dengan mengintegrasikan sejumlah sumber data, di antaranya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Data tersebut kemudian diperkaya dengan berbagai data administratif dan disinkronkan secara berkala dengan data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Pemanfaatan DTSEN diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, Badan Pusat Statistik (BPS) bertugas menyusun dan mengelola DTSEN, sedangkan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah berperan sesuai tugas dan kewenangannya.

Desil tidak ditentukan hanya berdasarkan penghasilan keluarga. Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi rumah tangga secara bersama-sama.

Beberapa di antaranya meliputi kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk membantu mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang dapat diamati. Karena menggunakan berbagai indikator bersamaan, satu kondisi tertentu tidak secara otomatis menentukan posisi desil suatu keluarga.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi," jelas Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti melalui keterangan tertulis yang diterima NadiKabar.

Dengan demikian, Desil 3 misalnya, tidak berarti seluruh keluarga di dalamnya mempunyai jumlah pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.

Desil bersifat dinamis dan dapat berubah setelah dilakukan pemutakhiran serta pemadanan data sosial ekonomi. Perubahan kondisi keluarga seperti pekerjaan, pendapatan, tempat tinggal, kepemilikan aset, maupun kondisi sosial ekonomi lainnya dapat mempengaruhi posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan.

Namun, perubahan pada satu indikator tidak otomatis membuat desil berubah karena penentuan dilakukan berdasarkan berbagai karakteristik secara bersama-sama.

Pemutakhiran DTSEN dilakukan melalui berbagai sumber, tim redaksi lain data administrasi, hasil sensus dan survei, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan (ground check), serta informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal resmi.

Desil dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan sasaran atau prioritas berbagai program pemerintah. Namun, posisi desil tidak berarti seseorang otomatis menjadi penerima bansos.

Penetapan penerima tetap mengikuti kriteria dan ketentuan masing-masing program. Lantas, bansos yang diterima desil berapa? Berikut gambaran program bantuan yang dikaitkan dengan masing-masing kelompok desil.

Perlu dipahami, daftar tersebut bukan berarti seluruh keluarga pada desil tertentu pasti mendapatkan bantuan. Setiap program mempunyai persyaratan dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.

Masyarakat dapat mengecek informasi desil melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. Pengecekan dilakukan menggunakan NIK sesuai data kependudukan. Berikut cara cek Desil 1-10 di laman Kemensos.

Masyarakat dapat mengakses laman resmi Cek Bansos Kemensos untuk mengecek data desil dan informasi terkait bantuan sosial. Link Cek Bansos Kemensos untuk mengecek desil sebagai berikut.

Selain melalui laman Cek Bansos, masyarakat juga dapat menyampaikan pembaruan apabila menemukan data diri atau keluarga yang belum sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Pengajuan pembaruan dapat dilakukan melalui kanal resmi yang tersedia, termasuk Cek Bansos atau aplikasinya, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, serta Cek DTSEN BPS.

Perlu diketahui, pengajuan pembaruan data tidak berarti posisi desil akan berubah secara otomatis. Informasi yang disampaikan akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali berdasarkan data serta metode yang berlaku.