NADIKABAR.COM — dideng bukan sekadar lagu untuk membuat anak tertidur. Dalam tradisi lisan Batak Toba, nyanyian menjadi salah satu cara orang tua, terutama ibu, menyampaikan kasih sayang, harapan, dan pesan kepada anak.
Di tim redaksi lantunan sederhana itu, lagu "Dideng-dideng" hadir sebagai nyanyian pengantar tidur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lagu yang lekat dengan suasana menimang anak tersebut kembali terdengar di telinga generasi muda melalui versi yang dinyanyikan oleh Nia Tobing.
Mengutip dari penelitian Sormin tentang tradisi Dideng-dideng di masyarakat Batak Toba, lagu ini menunjukkan bahwa nyanyian memiliki fungsi hiburan, komunikasi, serta pembentukan karakter anak. Berikut ini lirik lengkap lagu Dideng-dideng lengkap dengan arti dan maknanya.
Molo hu ingot i sude Loja ni dainang iMarmudu au sian na metmetTu na balgaDi abing au di oppa au Asa sonang modom au Dideng dideng didok tu auDa hasianMolo hu ingot i sude Loja ni dainang iMarmudu au sian na metmetTu na balgaDi abing au di oppa au Asa sonang modom au Dideng dideng didok tu au da hasian
Kalau ku ingat duluLelahnya ibukuMerawat aku dari kecil Sampai besarAku digendong, aku dipangkuAgar tenang tidurkuDideng-Dideng katanya padaku oh sayangKalau ku ingat duluLelahnya ibukuMerawat aku dari kecil Sampai besarAku digendong, aku dipangkuAgar tenang tidurkuDideng-dideng katanya padaku oh saying
Dideng-Dideng mungkin hanya terdengar seperti lantunan sederhana untuk menidurkan seorang anak. Namun di balik nada dan liriknya, tersimpan cerita tentang ibu, kasih sayang, serta harapan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ketika lagu tersebut kembali terdengar melalui suara Nia Tobing, yang hidup kembali bukan hanya sebuah lagu lama, tetapi juga kenangan masa kecil yang pernah tersimpan dalam ingatan banyak orang. Itulah tadi rangkuman mengenai lirik lagu Dideng-Dideng dan terjemahannya. Selamat menyanyikan lagu ini.