"Kami juga sudah koordinasi dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) terkait hasil temuan kami di lokasi dan sudah kami teruskan ke pihak tersebut," kata Zachrudien.

Pihak Bandara H Asan Sampit bersama TNI dan Polri juga telah menelusuri lokasi penemuan. BRIN juga menyampaikan bahwa serpihan yang ditemukan tidak mengandung bahan beracun. Meski demikian, benda tersebut tetap dievakuasi untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.

"Saat ini sudah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut lagi dan demi keamanan," ujarnya.