Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur belum dapat memastikan sumber dentuman misterius yang menghebohkan warga hingga kaitannya dengan temuan logam besar di kebun sawit.

Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengungkap asal-usul suara keras yang terdengar tersebut. Hingga Senin siang, katanya, belum ada kesimpulan pasti mengenai sumber dentuman itu.

"Kami belum bisa memastikan, kami masih melakukan penelusuran serta analisis lebih lanjut terkait kepastian sumber suara dan apakah benda tersebut benar merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris)," ungkap Ibnu

Sementara itu, Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra, menjelaskan bahwa kemampuan BMKG dalam pemantauan cuaca berfokus pada prediksi dan deteksi fenomena meteorologi, termasuk hujan dan fenomena hidrometeorologi. Sementara untuk informasi terkait dugaan adanya benda langit yang jatuh ke permukaan Bumi perlu dikomunikasikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

"Untuk saat ini BMKG hanya memprediksi atau mendeteksi adanya hujan atau fenomena hidrometeorologi. Terkait benda langit yang jatuh ke permukaan Bumi seperti benda langit tersebut, bisa dikomunikasikan ke pihak terkait," kata Chandra.

Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang diperlukan untuk mengidentifikasi material dan asal benda tersebut. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjawab apakah benda logam itu berkaitan dengan dentuman misterius atau merupakan peristiwa yang berbeda.