"Kita lanjutkan dengan cara manual, menyisir potensi-potensi bara yang masih tersisa. Sementara ini yang lumayan agak besar di sekitar Kawi Najang sana apinya. Untuk jangkauan ke sana sepertinya susah karena medannya ekstrem, jadi kita memantau sambil membuat sekat-sekat bakar yang memungkinkan," jelas Kelik.

Sebanyak kurang lebih 100 personel gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam beberapa jalur pergerakan untuk menyisir dan mengamankan lokasi dari berbagai penjuru lereng.

"Tim darat bergerak dari arah barat, kemudian dari Kucur juga bergerak, dan tentunya dari Pesanggrahan juga bergerak. Perkiraan ada 100-an orang personel," lanjutnya.

Mengenai bantuan pemadaman udara, armada helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur sebelumnya sempat menyiramkan sekitar 8.000 liter air pada Sabtu (5/9). Namun, operasional helikopter sempat dihentikan akibat cuaca buruk dan kemudian dialihkan ke Gunung Ijen pada Minggu (6/9) lantaran pertimbangan kondisi darurat yang lebih mendesak.