Sementara itu, Rektor IT Del Prof. Arnaldo Marulitua Sinaga mengatakan kolaborasi kampus dan industri membantu mahasiswa memahami tantangan keamanan teknologi yang dihadapi dunia kerja.
"Upaya kita adalah membentuk talenta-talenta keamanan siber. Kita melihat pentingnya keamanan dalam bidang teknologi. IT Del juga ingin berkontribusi di bidang tersebut," ujar Arnaldo.
Melalui kompetisi tahunan HIDC, Spentera berharap semakin banyak anak muda tertarik menekuni profesi keamanan siber. Perusahaan juga tengah menyiapkan program sertifikasi untuk membantu talenta mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, seorang peserta yang sudah bekerja di salah satu perusahaan Rusia, Ahmad Zainuri, menyampaikan pentingnya membangun SDM keamanan siber di era artificial intelligence.
"Di zaman AI ini memudahkan orang untuk melakukan hacking sehingga ancaman keamanan siber semakin tinggi. Maka, kebutuhan SDM yang memiliki kemampuan bertahan dari serangan siber sangat perlu," jelas Ahmad.
Peserta lain yang telah bekerja di Singapura, Linuz Tri Eriyanto, menekankan pentingnya membangun etika bagi para hacker muda.
"White hat hacker, istilah untuk hacker yang menghormati etika, penting sekali untuk dibangun melalui lomba-lomba seperti ini, supaya para hacker muda tidak terjerumus dalam aksi-aksi yang merugikan," tutupnya.