"Saya ingin membangun layanan publik yang terintegrasi, yang pada akhirnya memanfaatkan 'big data' dan kecerdasan buatan secara lebih luas. Saat saya memulai program ini, banyak pihak yang pesimistis mengenai keberhasilannya. Namun, hari ini saya bisa sampaikan bahwa kami sudah mencapai 80 persen dari target," ujar Luhut menjelaskan.

Luhut mengatakan ia pun tidak menghabiskan anggaran besar untuk ini karena hanya menggunakan anggaran rutin dan melibatkan anak-anak muda Indonesia untuk merancang semuanya.

"Tidak ada pihak asing yang terlibat dalam proses ini. Kami memang mendengarkan masukan dan mengirim tim kami ke India, China, serta negara-negara lain untuk belajar. Namun, merekalah, anak-anak muda Indonesia, yang mengerjakannya. Saya katakan kepada mereka, jika China dan AS bisa melakukannya, Indonesia pun bisa. Kalian harus bangga menjadi orang Indonesia!" kata Luhut dengan tegas.

Luhut menyebut salah satu program dalam ekosistem digitalisasi itu adalah sistem e-catalog dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang ia klaim dapat menghemat sekitar 30-40 persen biaya pengadaan pemerintah dari total anggaran pengadaan 150 miliar dolar AS.

"Saya sangat berharap, setelah lulus dari Universitas Tsinghua, Anda semua akan kembali ke Indonesia. Tinggallah di sini untuk sementara waktu, belajarlah, dan timba pengalaman bersama perusahaan-perusahaan China. Saat kembali ke Indonesia nanti, Anda bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan negara kita," kata Luhut.

Selain memberikan kuliah umum, Luhut juga bertemu dengan Komite Partai Komunis China Tsinghua Qiu Young dan timnya.

Dalam pertemuan itu, Luhut meminta kepada Universitas Tsinghua untuk membuat pelatihan singkat mengenai ekonomi atau AI untuk tim dari Dewan Ekonomi Nasional.

"Pelatihannya bisa 10 hari untuk 10 orang tapi rutin mengirimkan orang setiap enam bulan atau melakukan kolaborasi riset karena menurut saya sangat penting bagi Dewan Ekonomi Nasional untuk memiliki program pelatihan dan riset bersama negara lain," kata Luhut saat bertemu dengan Qiu Young.