Hal tersebut pun disambut oleh Qiu Young dengan mengatakan Universitas Tsinghua siap memanfaatkan kekuatan multidisiplinnya untuk mengarahkan pertukaran dengan universitas, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan para pemimpin di Indonesia.

"Kami mendukung untuk memberikan pelatihan dan dukungan intelektual bagi kerja sama China-Indonesia. Menurut saya, sampai batas tertentu, merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk berkontribusi pada kerja sama dan persahabatan antara kedua negara kita," ungkap Qiu Young.

Universitas Tsinghua, ujar Qiu Young, saat ini menempati peringkat pertama secara global dalam 7 bidang studi.

"Universitas Tsinghua menempati peringkat pertama dalam 7 bidang studi. Sementara itu, Universitas Harvard menempati peringkat pertama dalam 11 bidang studi tapi kampus AS yang lain ada di bawah kami," kata Qiu Young menambahkan.

Menurut pemeringkatan dalam Global Ranking of Academic Subjects (GRAS) 2026 yang dirilis oleh ShanghaiRanking, Universitas Tsinghua menjadi universitas asal China yang memimpin di tujuh bidang studi yaitu kimia, teknik mesin, teknik kimia, ilmu dan teknik material, nanosains dan nanoteknologi, ilmu dan teknik energi, serta ilmu dan teknik lingkungan.

Dalam pemeringkatan tersebut, universitas-universitas dari Amerika Serikat masih mendominasi dengan menempati posisi teratas di 27 bidang, sementara kampus dari China menyusul dengan 22 bidang yang menduduki peringkat pertama dunia.

Harvard University tampil sebagai kampus terbaik secara keseluruhan karena meraih 11 posisi teratas, disusul oleh Universitas Tsinghua University di tujuh bidang dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) memimpin di lima bidang.

Ikut mendampingi Luhut dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, Sekretaris Eksekutif DEN Setipan Hario Seto, Direktur Ekesekutif DEN Mochammad Firman Hidayat, anggota DEN Heriyanto Irawan, penasihat khusus bidang Hubungan Internasional Jona Widhagdo Putri dan pejabat terkait lainnya.