Luhut menyebut IT Del sedang mengembangkan kemampuan riset dan bank gen herbal.

Fasilitas tersebut juga didukung perangkat pengurutan genom dari China, termasuk MGI T7 dan MGI B300, untuk menunjang penelitian molekuler.

Ia mengatakan para peneliti juga mengembangkan kecerdasan buatan untuk membantu membaca molekul kemenyan atau frankincense, salah satu bahan herbal yang berpotensi dikaji lebih lanjut dalam penelitian kesehatan.

Luhut menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi berkemampuan riset tinggi seperti Tsinghua dapat memperkuat kapasitas ilmuwan Indonesia dalam mengembangkan penelitian berbasis sumber daya hayati.

Namun, ia menekankan kerja sama tersebut perlu diarahkan pada program konkret, mulai dari penelitian bersama, pertukaran peneliti, pengembangan laboratorium, hingga publikasi ilmiah.