Meski demikian, lanjut Sudena, pihaknya kini akan fokus terlebih dahulu dengan penanganan kesehatan korban keracunan. Terutama yang saat ini masih mendapat perawatan.
"Pada saat ini kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," ujar Sudena.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mencatat total korban yang mengalami gejala keracunan mencapai 566 orang. Kepala Dinkes Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan jumlah itu merupakan 531 korban yang sebelumnya tercatat plus 35 orang yang dievakuasi ke rumah sakit pada hari ini.
"Kurang lebih ada 35 (evakuasi hari ini). Di RSUD kemungkinan di RS Delta Surya juga ada," kata Lakhsmie.
Dari total korban yang mengeluhkan gejala keracunan, sebanyak 88 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Lakhsmie memastikan kondisi para pasien yang menjalani perawatan saat ini stabil.
"Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sampai ke perawatan khusus enggak ada. Saat ini yang diopname 88 (orang)," ujarnya.
Lakhsmie menyebutkan bahwa keluhan yang paling banyak dialami korban yakni pusing, mual, muntah, dan diare. Penanganan yang diberikan salah satunya berupa rehidrasi untuk memastikan kondisi cairan tubuh pasien tetap cukup.
"Kalau bagus saja rehidrasi saja cukup ya cepat. Dalam waktu 4-5 jam sudah selesai," jelasnya.
Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan usai diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden itu diperkirakan terjadi usai para santri melangsungkan salat zuhur, kemudian saat waktu asar mengalami gejala, kemudian sekitar magrib banyak yang telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Serka Andik, selaku pendamping Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan MBG bagi santri Ponpes Manbaul Hikam membeberkan menu apa saja yang disajikan.
"Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu bali, dan buah apel," ujar Andik saat ditemui wartawan di lokasi ponpes.