Dalam sektor pertambangan, logistik, manufaktur, dan distribusi, informasi mengenai kondisi kendaraan, pola penggunaan, serta kebutuhan pemeliharaan menjadi bagian dari pengelolaan armada.

Melalui sistem tersebut, MAB berupaya mengintegrasikan kendaraan listrik dengan pemantauan operasional berbasis data.

Kelik mengatakan penerapan kendaraan listrik perlu mempertimbangkan kebutuhan setiap sektor usaha, termasuk pola penggunaan kendaraan, kesiapan operasional, pemeliharaan, dan pengelolaan armada.

Ia juga menilai percepatan adopsi kendaraan listrik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia infrastruktur, institusi pembiayaan, dan pengguna kendaraan.

Melalui kombinasi kendaraan niaga dan teknologi digital, MAB mengarahkan pengembangan produknya untuk mendukung kebutuhan transportasi serta pengelolaan operasional perusahaan di berbagai sektor industri.