Tim DVI, lanjut dia, bekerja bersama unsur terkait untuk melakukan identifikasi terhadap korban meninggal dengan mencocokkan data ante-mortem dari keluarga dengan data post mortem korban.
Johnny menekankan penanganan terhadap korban dan keluarga menjadi perhatian bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Polri menyampaikan empati dan belasungkawa kepada keluarga korban serta terus memberikan pelayanan dan dukungan selama proses pencarian maupun identifikasi berlangsung.
“Kami memahami bahwa keluarga membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan," ucapnya.
Johnny menambahkan penanganan kemanusiaan dan proses hukum dalam Operasi SAR gabungan tersebut berjalan beriringan. Saat ini SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan pencarian di sejumlah wilayah perairan dan pesisir yang menjadi area operasi. Sementara itu, proses hukum yang telah dilimpahkan ke Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri terus dilakukan untuk mendalami fakta dan alat bukti terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8.
"Seluruh unsur terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing dalam satu upaya penanganan terpadu. Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Johnny.