"Di jalan saya sudah hubungi atasan, izin datang terlambat karena jalanannya emang macet parah. Apalagi informasinya kan macet gini sampai 3 bulan. Enggal kebayang stress tiap hari lewat Cimahi," kata Fina.
Rute sementara yang disiapkan Dishub Cimahi selama proyek Underpass Gatsu berjalan yakni melewati Jalan Padasuka Indah-Flyover Padasuka-Jalan Pojok Dustira-Jalan Warung Contong-Jalan Sudirman-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Taman Kartini-Jalan Baros.
Kemudian via Jalan Usman Dhomiri-Jalan Kebon Manggu-Flyover Padasuka-Jalan Pojok Dustira-Jalan Warung Contong-Jalan Sudirman-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Taman Kartini-Jalan Baros. Alternatif lainnya bisa tetap melewati Jalan Gatot Subroto namun akan diarahkan ke Jalan Pasirkumeli tepat di depan Lapang Rajawali menuju Jalan Bapa Ampi dan keluar di Jalan Baros.
Namun jalan alternatif itu tak berlaku untuk kendaraan besar seperti bus dan truk. Kendaraan besar diarahkan via Jalan Amir Machmud-Jalan Mahar Martanegara-Gerbang Tol Baros atau via Gerbang Tol Pasirkoja, Kota Bandung. Rekayasa lalu lintas itu akan diberlakukan 24 jam selama proses pembangunan underpass dilaksanakan.
"Kami siagakan personel di 28 titik karena tentu saja akan ada kepadatan dampak dari pelaksanaan proyek Underpass Gatot Subroto dan Jembatan Pemkot," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang.
Sebagai langkah mengantisipasi kemacetan parah seperti hari sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi dan Satlantas Polres Cimahi melakukan rekayasa lalu lintas tambahan dengan menerapkan contraflow di Underpass Dustira.
"Kami melaksanakan rekayasa menindaklanjuti rekayasa yang diterapkan hari pertama kemarin. Kami menebalkan personel dari Simpang Sangkuriang sampai Simpang Cihanjuang. Lalu kami membuka lajur Underpass Dustira dari satu lajur menjadi dua lajur," ujar Endang.