"Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu," kata Macron. Dia menegaskan perlunya membedakan demonstran yang menyuarakan "tuntutan yang sah" dengan mereka yang "menghancurkan, merusak, dan menjarah".
"Mereka yang melakukan perusakan harus membayar," katanya. Macron berjanji pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap "para penghasut dari kelompok sayap kiri ekstrem, yang bergabung dengan banyak pelaku kriminal" dan telah "melancarkan kekerasan tak terkendali di kota-kota kita".
Jurnalis AFP melaporkan polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah ratusan orang yang berkumpul di sebuah alun-alun di Paris pada Minggu. Aksi tersebut digelar setelah muncul seruan melalui media sosial, meskipun pihak berwenang menyatakan perkumpulan itu tidak mendapat izin.