NADIKABAR.COM — Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menyampaikan pidato pada pukul 18.00 GMT hari ini. Hal itu terkait aksi demo yang berakhir ricuh hingga menyebabkan kebakaran dan penjarahan di Prancis.

Dilansir AFP, Minggu (18/10/2026), pidatonya akan dilakukan setelah pertemuan Macron dan sejumlah menteri, ungkap pihak Istana Elysee.

Pidato ini disampaikan saat Prancis tengah menghitung dampak kerugian akibat demo yang digelar pada Sabtu. Demo tersebut berakhir ricuh usai adanya bentrokan, aksi pembakaran, dan penjarahan massal.

Sementara itu dilansir Reuters, seorang pengunjuk rasa meninggal dunia akibat henti jantung saat demonstrasi berlangsung di Paris.

Polisi telah menahan sekitar 1.800 orang di seluruh Prancis. Sementara itu, lebih dari 500 petugas kepolisian mengalami luka-luka, ujar Menteri Dalam Negeri Prancis.

Sebelumnya, Presiden Macron menegaskan "mereka yang melakukan vandalisme, menyerang kantor administrasi atau tempat usaha, maupun melakukan penjarahan, bahkan di kantor-kantor pemerintahan kota akan dituntut dan dihukum".

Para menteri menuding kelompok "ultra-kiri" sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut, terkait demo yang terjadi enam bulan menjelang pemilu untuk menentukan penerus Macron.

Presiden Prancis itu dijadwalkan berangkat pada hari Senin untuk melakukan kunjungan tiga hari ke empat negara Arab di kawasan Teluk yang turut terdampak oleh perang di Timur Tengah.

Konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari telah menyebabkan lonjakan harga bahan bakar dan tingkat inflasi yang lebih tinggi di seluruh dunia.

Kekhawatiran mengenai biaya hidup inilah yang memicu demonstrasi nasional di Prancis pada hari Sabtu, yang kemudian berujung pada kekerasan. Aksi ini menyusul gelombang protes selama empat minggu oleh para siswa sekolah menengah, yang dalam beberapa kesempatan juga berujung pada kekerasan.