Kekhawatiran investor terhadap situasi Prancis tercermin pada kenaikan biaya pinjaman pemerintah sepanjang pekan ini. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan pasar, menembus 5 persenβtertinggi sejak Juli 2002.
Para analis menilai kenaikan tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa kerusuhan akan mempersulit pemerintah membenahi keuangan negara yang sudah tertekan, di tengah membengkaknya kebutuhan anggaran.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu bertemu dengan para pemimpin serikat pekerja untuk meredakan krisis. Namun, pertemuan itu tak menghasilkan terobosan. Kelompok buruh mengatakan pemerintah tidak memberikan jawaban konkret atas tuntutan kenaikan upah dan perbaikan layanan publik.
"Tidak ada satu pun tuntutan kami yang dipertimbangkan," kata Sophie Binet, pemimpin Konfederasi Umum Buruh (CGT), serikat pekerja berhaluan kiri.
"Sudah waktunya meningkatkan mobilisasi ke tingkat berikutnya," ujarnya, sembari memastikan mogok nasional akan berlangsung bulan depan.
Gelombang protes mencerminkan keresahan yang lebih dalam di Prancis. Lonjakan harga energi, tekanan terhadap anggaran rumah tangga, dan kekhawatiran atas kualitas layanan publik memperbesar frustrasi di kalangan pekerja dan kaum muda.
Jam malam lokal yang diberlakukan untuk malam kedua berturut-turut berlangsung tanpa insiden besar di wilayah-wilayah terdampak kerusuhan. Situasi ini memberi pemerintah sedikit ruang untuk bernapas sebelum menghadapi demonstrasi berikutnya.
Para menteri berjanji mengerahkan aparat keamanan dalam skala jauh lebih besar pada Sabtu mendatang, setelah mengakui kelemahan dalam penanganan awal. Pasukan militer diperkirakan akan dikerahkan bersama tambahan personel polisi.