NADIKABAR.COM — Lembaga nirlaba yang bergerak menanggulangi krisis iklim melalui riset dan advokasi, Madani Berkelanjutan, memandang Pemerintah Indonesia perlu memperkuat sistem nasional terkait akses dan pembagian manfaat sumber daya genetik atau Access and Benefit Sharing (ABS).

"Mari kita siapkan sistemnya," kata Giorgio Budi Indrarto dari Badan Pengurus Madani Berkelanjutan dalam Media Briefing bertajuk Debrief COP17 dari Yerevan ke Jakarta: Menagih Aksi Indonesia untuk Keanekaragaman Hayati dan Hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan penguatan sistem itu diperlukan untuk memastikan pemanfaatan kekayaan hayati di tanah air memberikan manfaat yang adil bagi negara sekaligus sebagai respons pasca-penyelenggaraan Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB (COP17 CBD) di Yerevan, Armenia, pada 19–30 Oktober 2026.

Lebih lanjut, Giorgio menyampaikan Indonesia perlu menyiapkan regulasi dan mekanisme nasional yang jelas untuk mengatur akses terhadap sumber daya genetik serta pembagian manfaat dari pemanfaatannya.