Sapto menjelaskan pertandingan semula direncanakan berlangsung tanpa penonton dari kedua tim berdasarkan rekomendasi awal Polres Pamekasan yang diterima Rabu pagi.
Kepolisian tidak keberatan dengan penyelenggaraan pertandingan, tetapi awalnya menetapkan larangan kehadiran seluruh suporter, baik dari Madura United maupun Arema FC.
"Dalam surat rekomendasi yang kami terima disebutkan dengan jelas bahwa kegiatan pertandingan diselenggarakan tanpa penonton tersebut dari kedua belah pihak, baik dari tuan rumah maupun dari tim tamu," ujarnya.
Keputusan itu mendapat tanggapan dari Aliansi Suporter Madura Bersatu yang mewakili empat kabupaten di Pulau Madura.
Perwakilan suporter meminta manajemen Madura United kembali berkoordinasi dengan kepolisian agar larangan tidak diberlakukan kepada pendukung tuan rumah.