Sejak diperkenalkan tepat satu tahun yang lalu, program Magang Nasional mendapatkan animo yang cukup besar dari para fresh graduate perguruan tinggi Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, pada angkatan pertama atau pelaksanaan Magang Nasional sepanjang tahun 2025, total peserta yang lolos seleksi dan mengikuti program ini adalah sebanyak 102.696 orang, melampaui target awal pemerintah yang ditetapkan sebanyak 100.000 peserta.

Kemnaker juga mengatakan, Magang Nasional yang pada tahun keduanya menargetkan 150 ribu peserta, diharapkan mampu memberikan batu loncatan bagi para lulusan baru dalam menghadapi situasi ketika lowongan kerja mensyaratkan pengalaman, sementara mereka belum memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman tersebut.

Program ini memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan, mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional.

Dengan pengalaman tersebut, peserta diharapkan tidak hanya lebih siap mencari kerja, tetapi juga lebih siap bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tempat kerja.

Kemnaker mencatat, pada pelaksanaan sebelumnya, sekitar 30 persen peserta telah mendapatkan tawaran pekerjaan setelah program berakhir.

Selain itu, sekitar 34 persen peserta belum mendapatkan tawaran resmi, tetapi sudah terdapat indikasi atau peluang untuk ditawarkan bekerja, sementara sekitar 36 persen belum mendapatkan tawaran kerja.

Dari peserta yang mendapatkan tawaran kerja, sektor yang paling banyak menyerap antara lain sektor keuangan sebesar 23,4 persen, perdagangan besar/wholesale trade sebesar 17,9 persen, manufaktur sebesar 16,5 persen, dan kesehatan sebesar 10,3 persen.

Terlepas dari pencapaian positif program Magang Nasional secara keseluruhan, penting pula untuk menyadari bahwa magang secara umum merupakan hal yang bersifat temporer.

Magang merupakan sebuah ruang belajar bagi angkatan kerja muda, dengan beban kerja dan imbalan yang berbeda dengan pekerja formal.

Jika berselancar di sejumlah job portal, tidak jarang yang dibuka oleh perusahaan kini adalah lowongan internship (di luar MagangHub), alih-alih lowongan pekerjaan tetap.