"SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi bisa untuk umum. Bahkan kalau ada lulusan D3, S1 maupun S2 mau mendaftar, silakan mendaftar," ujar Sukarman dalam keterangan resmi KP2MI.

Meski menyediakan pelatihan dan fasilitasi pencocokan kerja, program ini tidak otomatis menjamin peserta memperoleh pekerjaan atau langsung berangkat ke negara tujuan. Peserta tetap perlu memenuhi persyaratan dan mengikuti proses seleksi serta penempatan yang berlaku.

Belajar Keterampilan Baru Lewat SMK Go Global

Manfaat pelatihan SMK Go Global salah satunya dirasakan Tiara, lulusan SMK Negeri 1 Garut yang mengikuti pelatihan barista. Dilansir dari laman resmi KP2MI, Tiara menceritakan keinginannya untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan internasional.

"Dengan bekerja ke luar negeri, saya ingin memperoleh pengalaman baru, mengenal budaya lain, sekaligus mempelajari cara bekerja di lingkungan internasional," kata Tiara.

Peserta lainnya, Muhammad Zaki, mengikuti pelatihan barista dengan harapan dapat bekerja sebagai barista profesional di Turki.

Selama pelatihan, Zaki mempelajari keterampilan meracik kopi, termasuk membuat latte art atau pola pada permukaan minuman kopi menggunakan susu. Baginya, kemampuan tersebut menjadi salah satu hasil belajar yang berkesan.

"Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah ketika pertama kali mempelajari latte art. Saya benar-benar dari nol, tidak bisa apa-apa, hingga sampai saat ini saya bisa membuat latte art," kata Zaki.

Pengalaman Tiara dan Zaki memberi gambaran tentang keterampilan yang dapat dipelajari peserta melalui pelatihan. Selain mengembangkan kemampuan teknis, peserta juga berkesempatan mempersiapkan diri untuk mengikuti proses rekrutmen sesuai bidang yang diminati.

Meski begitu, pelatihan merupakan salah satu tahapan persiapan. Peserta tetap perlu memenuhi kualifikasi yang diminta pemberi kerja dan menjalani proses penempatan sesuai ketentuan di negara tujuan.

Evaluasi untuk Memperkuat Keberlanjutan Program

Pengalaman peserta memberikan gambaran mengenai manfaat pemagangan dan pelatihan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Namun, agar manfaat tersebut semakin optimal, pelaksanaan program tetap perlu dievaluasi, mulai dari pendampingan peserta hingga keterhubungannya dengan kebutuhan industri dan peluang kerja yang tersedia.

Inzaghi menilai pembekalan sebelum penempatan, penjelasan hak dan kewajiban, serta evaluasi keterampilan peserta MagangHub masih dapat diperkuat. Menurutnya, informasi yang jelas sejak awal dapat membantu peserta memahami apa yang perlu dipersiapkan sebelum mulai magang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai program pemagangan dapat membantu pencari kerja muda, tetapi perlu didukung kebijakan lain agar dampaknya lebih luas.

"Terkait dampaknya terhadap pengangguran muda, program ini semestinya bisa membantu. Tetapi jangan dianggap sebagai solusi one-size-fits-all yang bisa menyelesaikan permasalahan ini sendirian. Program ini harus diperkuat dengan program-program dan kebijakan-kebijakan yang lain, jadi tidak berdiri sendiri," kata Faisal,

Masukan tersebut menjadi pengingat bahwa pengalaman magang dan pelatihan perlu diikuti dengan persiapan menuju tahap berikutnya. Pendampingan yang baik, keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, dan informasi lowongan yang jelas dapat membantu peserta memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Di sisi lain, perluasan kesempatan kerja juga penting agar lulusan memiliki lebih banyak pilihan setelah menyelesaikan program.

Membuka Kesempatan, Mempersiapkan Masa Depan Karier

MagangHub dan SMK Go Global menawarkan jalur persiapan kerja yang berbeda. MagangHub memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman langsung di perusahaan, disertai uang saku dan perlindungan jaminan sosial. Sementara itu, SMK Go Global menyediakan pelatihan bahasa dan keterampilan teknis bagi masyarakat yang ingin menjajaki peluang kerja di luar negeri.

Pengalaman Inzaghi dan Dhafin memperlihatkan bagaimana pemagangan dapat membantu peserta memahami pekerjaan dan membangun portofolio. Sementara itu, Tiara dan Zaki menunjukkan bagaimana pelatihan memberi kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru sesuai bidang yang ingin ditekuni.

Kedua program tersebut membuka kesempatan bagi lulusan untuk belajar, menambah pengalaman, dan mempersiapkan langkah menuju dunia kerja. Dengan pendampingan yang baik, pelaksanaan yang terus diperbaiki, serta dukungan terhadap perluasan lapangan kerja, kesempatan itu diharapkan dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi peserta.