Dukungan tersebut sejalan dengan potensi Jateng sebagai salah satu daerah penghasil susu nasional. Pada 2025, populasi sapi perah di Jateng mencapai 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 75.366 ton. Kontribusinya mencapai 9,66% terhadap produksi susu nasional, menempatkan Jateng di peringkat ketiga nasional.
Selain mengembangkan sentra peternakan yang sudah mapan seperti Boyolali dan Klaten, Pemprov Jateng juga berupaya membuka kawasan produksi baru di Magelang, Batang, dan Brebes. Pengembangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan, ketersediaan air dan pakan, serta akses pasar.
Wamentan Muhammad Saleh Mustafa mengatakan Kabupaten Magelang memiliki peluang untuk menjadi salah satu sentra susu dalam mendukung target swasembada susu nasional. Bahkan, pihaknya akan mengusulkan Magelang sebagai salah satu proyek percontohan pengembangan persusuan.
"Pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus mencapai swasembada susu. Ini yang paling berat, tapi tetap kita coba dulu," ujar Saleh.
Menurut Saleh, pengembangan peternakan sapi perah tidak cukup hanya mengandalkan potensi wilayah. Kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan kelembagaan peternak juga harus diperhatikan.