Kegiatan tersebut, kata Indah, diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha di bidang tanaman hias dan ekonomi berbasis kreativitas.
"Yang kedua, pagelaran seni budaya dan musik. Festival menghadirkan pertunjukan seni tradisional, tari, musik, fashion show, serta berbagai perlombaan dan kegiatan edukatif dirangkaikan melalui kolaborasi dari perangkat daerah, komunitas seni, dan unsur masyarakat, termasuk dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda," ujarnya.
Yang ketiga, kata Indah, pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.
"Sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi masyarakat, festival menyediakan ruang promosi melalui stan UMKM, produk kreatif, kuliner, tanaman hias, dan produk unggulan lainnya," katanya.
"Keempat, promosi pariwisata melalui Magelang City Tour. Pemerintah Kota Magelang melalui Disporapar menghadirkan program city tour gratis bagi pengunjung dengan dukungan komunitas Himpunan Pramuwisata Indonesia atau HPI Kota Toea Magelang dan Mlaku Magelang," tambahnya.
Untuk kelima, kata dia, kegiatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat.
"Rangkaian festival turut menghadirkan senam asri tematik bunga dalam rangka Hari Olahraga Nasional yang akan diikuti oleh 10.000 peserta, Z-hub run, kegiatan florikultura, florikultura serta beragam aktivitas yang mendorong partisipasi masyarakat," ujarnya.
"Keenam, Magelang Ethno Carnival 2026. Sebagai salah satu agenda unggulan dalam rangkaian festival, Magelang Ethno Carnival dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 1 November 2026 pukul 07.00 sampai dengan 13.00 WIB," lanjutnya.
Indah menambahkan, berharap penyelenggaraan festival ini dapat memberikan manfaat yang nyata.