"Sistem ini pada intinya dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan aksi dini (early action) yang tepat sasaran, sehingga risiko dan dampak dari bencana geologi dapat diminimalisir," ujar Lana.

Integrasi API juga membuka akses data bagi lembaga lain. BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memanfaatkan informasi MAGMA Indonesia langsung di sistem masing-masing. Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi dan mempercepat penyampaian informasi kepada pengambil kebijakan maupun masyarakat.

Lewat pembaruan ini, Kementerian ESDM ingin informasi kebencanaan tidak berhenti sebagai data, tetapi bisa dipakai untuk peringatan dini, kesiapsiagaan, dan pengambilan keputusan. Dengan akses yang makin luas, masyarakat dapat memantau informasi bencana geologi kapan saja dan di mana saja, sebagai bekal untuk mengurangi risiko dan dampaknya.