"Negara belum benar-benar bisa hadir untuk memulihkan bencana, memulihkan kondisi masyarakat di sana. Tetapi sampai hari ini, anggaran yang dikeluarkan masih belum benar-benar menjadi prioritas untuk penanganan bencana. Jadi refleksi-refleksi semacam itu yang kami suarakan hari ini dan nanti akan disusul oleh aksi-aksi berikutnya. Ini hanya sebagai pemantik aja di Surabaya," kata Senja kepada wartawan di depan Grahadi, Senin (31/8/2026).
Menurut Senja, mahasiswa meminta pemerintah mengubah prioritas penganggaran agar penanganan bencana menjadi salah satu fokus utama.
"Kami menuntut kekuasaan untuk benar-benar memprioritaskan anggarannya untuk penanganan bencana hari ini," tambahnya.
Selain persoalan penanganan bencana, mahasiswa juga menyoroti pembahasan RUU Perampasan Aset. Mereka menilai rancangan regulasi tersebut belum menjadi prioritas DPR dan pemerintah.