Menurutnya, mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai pengembangan Barelang dan Kota Batam sebagai bahan pembanding dalam menyusun gagasan. Hasil pembelajaran tersebut nantinya akan dipresentasikan setelah mereka melanjutkan kegiatan di Semarang.
"Output-nya itu nanti mereka akan berbagi ke kita. Mereka nanti pada saat di Semarang, mereka akan presentasi hasilnya mereka di tanggal 13, selama mereka di Semarang," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Robi Suherman Ponglabba menjelaskan Kementerian Transmigrasi turut mendukung pelaksanaan Summer Course melalui penyiapan infrastruktur kawasan, termasuk Mess Patriot yang menjadi tempat mahasiswa selama berada di Barelang.
"Kalau saya di sini, untuk kegiatan itu adalah penyiapan infrastrukturnya, seperti persiapan Mess Patriot, kemudian kita infrastruktur di luarnya seperti jalan, drainase, kemudian taman-tamannya," ungkap Robi.
Salah satu peserta asal TUM Sandra melihat Barelang memiliki banyak potensi yang masih dapat dikembangkan. Setelah melihat kawasan secara langsung, ia tertarik menggali lebih jauh bagaimana masyarakat setempat telah memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan kawasan.
"Kami ingin menemukan banyak hal tentang kawasan ini untuk mendapatkan inspirasi, apa yang bisa menjadi ide, dan juga berkomunikasi dengan orang-orang yang sudah tinggal di sini, bertanya apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka inginkan," kata Sandra.
Menurut Sandra, keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan dalam menyusun gagasan. Peserta datang dari bidang seperti geografi dan teknologi lingkungan, sementara masyarakat setempat memiliki pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan kawasan. Pertemuan keduanya dinilai dapat melahirkan ide yang lebih sesuai dengan karakter Barelang.