Peserta lainnya Leonard juga melihat masih terbuka ruang besar untuk pengembangan Barelang. Ia mengatakan pengalaman berada langsung di kawasan memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan hanya mempelajarinya melalui informasi atau foto.
"Saya pikir ada banyak kesempatan yang bisa dilakukan. Ada banyak ruang bebas yang masih perlu dibangun dan direncanakan," ujar Leonard.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga menghasilkan gagasan yang dapat membantu pengembangan kawasan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta Summer Course juga dapat membangun pengetahuan dari hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot yang sebelumnya telah ditempatkan di Barelang.
Empat tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengerjakan bidang yang saling melengkapi. Bidang tersebut mulai dari pengembangan bisnis rumput laut, pertanian perkotaan, penguatan rantai nilai komoditas lokal, hingga studi kelayakan teknis dan survei terpadu Tanjung Banon.
Kementerian Transmigrasi berharap kolaborasi tersebut menghasilkan gagasan yang dapat memberi manfaat praktis bagi masyarakat sekaligus menjadi masukan dalam merancang Barelang yang lebih hijau.
Summer Course 2026 menjadi bagian dari pendekatan baru pembangunan transmigrasi yang membuka ruang bagi ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi lintas negara. Tujuannya adalah untuk bersama-sama mengembangkan potensi lokal menjadi kawasan ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.