Ia memaparkan bahwa campuran daun mint dan bunga melati dipilih karena memiliki senyawa fungsional spesifik yang baik untuk meredakan stres pada kesehatan mental dan fisik.
"Rambut jagung memiliki flavonoid, seperti maysin dan luteolin untuk antioksidan. Daun mint mengandung rosmarinic acid dan mentol yang memberi sensasi segar, sedangkan bunga melati kaya senyawa volatil seperti linalool yang mendukung pengalaman sensoris lebih rileks," ujarnya.
Dalam proses pengembangan yang dimulai sejak bulan April lalu, tim yang berada di bawah bimbingan dosen Teknologi Pangan UMM, Ayu Diawi ini juga harus memastikan standar dan kualitas bahan baku.
Ia menjelaskan bahwa bahan utama yang digunakan secara spesifik adalah jenis jagung manis yang diolah dengan cara dikeringkan lalu dihaluskan secara presisi.
"Kami mendapatkan rambut jagung manis dari Blitar dalam kondisi kering, lalu diblender halus tanpa menghilangkan serat kandungannya, baru digabungkan sesuai persentase formula ke dalam kantong teh," tambahnya.