Salah satu program yang dikembangkan, kata dia, yakni Sambirejo Temple Trail. Program itu berupa jalur jalan kaki sepanjang 7,3 kilometer yang melintasi sejumlah candi dan situs bersejarah.
"Rute ini melewati Candi Banyunibo, Candi Barong, Arca Ganesha, dan Spot Riyadi, dimulai serta berakhir di Tebing Breksi," terangnya.
Program Sambirejo Temple Trail itu, kata dia, digarap bersama Jogja International Heritage Walk. Kolaborasi itu dilakukan agar perjalanan panjang yang ditempuh peserta tetap memberikan pengalaman yang bermakna.
"Selain itu, terdapat pula Narasimha Sunset Show yang menjadi pertunjukan teatrikal yang digelar di kawasan Tebing Breksi menjelang matahari terbenam," ucapnya.
"Kisahnya terinspirasi dari Narasimha, awatara Dewa Wisnu berkepala singa, yang arcanya ditemukan di Bukit Ijo pada 1975," sambungnya.
Reva menjelaskan, pertunjukan tersebut menggabungkan drama, tari, musik, dan visual storytelling. Pertunjukan itu juga melibatkan warga dari Sanggar Turonggo Mudo dan Sanggar Unggah-Ungguh Sambirejo.
"Seluruh program diversifikasi wisata budaya ini pun dikerjakan melalui kolaborasi dengan beberapa pihak terkait," jelasnya.