Ia mengaku, timnya melibatkan Pemerintah Kalurahan Sambirejo, pengelola Tebing Breksi, pengelola Watu Payung, Kelompok Informasi Masyarakat, Sanggar Unggah-Ungguh, pemuda, serta warga setempat turut terlibat dalam program tersebut.
"Keterlibatan masyarakat justru menjadi salah satu bagian paling penting dalam program ini," jelasnya.
Kelompok Informasi Masyarakat bahkan menjadi pelaksana bersama mahasiswa dalam program Sambirejo Temple Trail. Reva berharap, program diversifikasi wisata budaya tersebut tidak berhenti setelah PPK Ormawa berakhir pada tahun ini.
"Justru ukuran keberhasilannya adalah ketika beberapa program bisa terus berjalan tanpa harus selalu bergantung pada mahasiswa," ujar Reva.
Ia melanjutkan, Sambirejo Temple Trail juga telah direncanakan untuk dikembangkan menjadi paket walking tour komersial yang dikelola Kelompok Informasi Masyarakat.
"Poster paket wisata tersebut bahkan sudah beredar di salah satu restoran di kawasan Sumberwatu," tururnya.
Ia menerangkan, semangat pengembangan diversifikasi wisata budaya di Sambirejo itu dirangkum dalam slogan 'Gumregah Budayane, Sumunar Wisatane', yang berarti budaya dan wisata semakin hidup.