NADIKABAR.COM — Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari berinisial MS (19) mengaku mengalami perundungan atau perpeloncoan saat mengikuti pengkaderan. Dia pun melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

MS mengatakan dugaan perundungan itu terjadi saat dia menjadi peserta pengkaderan di Jalan Sultan Qaimuddin, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Minggu (6/9) pukul 01.30 Wita. Menurut MS, dia awalnya dibangunkan oleh seniornya saat dini hari.

"Sekitar setengah dua subuh saya dibangunkan untuk ikut jurit malam. Kami kemudian melewati beberapa pos," kata MS dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (9/9/2026).

Saat tiba di pos pertama, MS mengaku diminta masuk ke dalam comberan dan mencuci muka. Setelah itu, ia diarahkan ke pos kedua dan diminta mengunyah gabing yang dicampur garam serta gula hingga halus sebelum dioleskan ke wajah.

"Di pos pertama saya langsung disuruh masuk ke comberan dan cuci muka. Katanya supaya saya tidak mengantuk," ujarnya.

Memasuki pos ketiga, MS diminta memegang termos sambil menyanyi dan mengucapkan kalimat tertentu kepada senior bernama Gusti Kahar. Ia menyebut oknum senior tersebut sempat marah dan hendak menghampirinya.

"Setelah saya mengatakan itu, Gusti Kahar marah dan langsung berlari dari ujung menuju saya, tetapi ditahan sama senior lain," ungkapnya.

Di lokasi yang sama, MS menyebut mendapat sejumlah perlakuan lain. Mulai dari pel basah yang diletakkan di kepalanya, diminta mencium ketiak senior sebanyak tiga kali, hingga dipaksa memakan cabai dan menempelkan wajah ke abu.