"Awalnya itu karena dengar suara-suara terkait pilkades juga, 'Nggak punya uang kok Si C nyalon-nyalon', punya ketersinggungan di situ," kata Kapolsek Cabangbungin AKP Alex Candra saat dihubungi, Rabu (28/10/2026).

Ketersinggungan itu berlanjut menjadi konflik sosial. Si B selaku pemilik lahan kuburan kemudian meminta si A memindahkan makam almarhum ayahnya.

"Dari pihak yang menang dan kalah ini ya, pendukungnya, gitu. Akhirnya karena ada omongan gitu, omong aja 'keluarga dimakamkan di tempat saya kok,' bilang gitu. Yang satu ngomong, 'Itu kan calonmu, nyalon-nyalon tapi nggak ada duit kan kalah,' kayak gitu," jelasnya.