Kembali ke Kampung Sentono, Eyang Raden Santri, kemudian menyebarkan ajaran agama Islam. Karena ajaran Islam yang disebarkan Eyang Raden Santri, dia kemudian menjadi salah satu tokoh yang dihormati.
Saat meninggal, jasadnya dikebumikan di makam yang kini sudah menjadi proyek WGM. Suparso mengatakan, dulu banyak peziarah yang datang ke makam Eyang Raden Santri.
"Saya dulu pernah nyadran (ziarah), makamnya cukup besar. Sebelum orang-orang ke masjid, di situ juga untuk topobroto. Yang berziarah orang dari mana-mana," ucapnya.
Diketahui pembangunan WGM ini menenggelamkan sebanyak 51 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, pada tahun 1974-1981. Proyek itu juga merelokasi warga dan makam di kampung Sentono.
Suparso mengatakan, warga kampung pindah ke Jambi. Sementara makam-makam dipindah di daerah Balat Kantor Kelurahan Wuryantoro.
"Nisannya (yang lama) dibuang, di sana (makam yang baru) dibuat nisan yang baru yang lebih bagus. Termasuk Eyang Raden Santri yang kerangkanya juga dipindah. Kalau makam yang itu (di WGM) sudah suwung (kosong), sudah dipindah semua," pungkasnya.